Miscellaneous

Kata-Kata Dicta

cincin pernikahan

Tawa bukan lagi cara terbaik untuk mengisi kekosongan suara di antara kita. Kini detik-detik berlalu percuma dan banyak hal yang kita lewati begitu saja, tanpa tawa yang berkumandang untuk menyatakan rasa bahagia. Hanya nada datar darimu atau balasan dingin darikulah yang menjadi melodi yang mengiringi perjalanan panjang kita.

“Din, aku tidur duluan ya?” Pria itu menghempaskan tubuhnya di atas kasur dan menarik selimut menutupi dada. Tanpa melihatku terlebih dulu, ia langsung memunggungiku dan memejamkan mata.

“Iya. Selamat malam, Bi,” sahutku tanpa sedikit pun mengalihkan  pandangan dari punggung lebarnya. Ingin aku menyelinap masuk ke dalam selimut, dan memeluknya, tapi tumpukan pekerjaan yang masih menuntut tanggung jawabku merantai kaki hingga aku tak punya pilihan lain selain membuang keinginan itu.

“Malam.” Pria itu membalas lirih, dan tak lama kemudian hanya ada dengkuran pelan yang terdengar dan bahunya yang naik-turun beraturan.

Aku meringis di dalam hati, kemudian kembali dengan naskah-naskah di hadapanku. Ucapan selamat…

Lihat pos aslinya 1.348 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s